Konsekuensi Minimnya Apresiasi Kepada Insan Berprestasi

Mr. White, seorang guru kimia SMA yang berprestasi. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah piagam Nobel Prize yang diterimanya yang dipasang pada dinding sekolahnya. Walaupun Mr. White berprestasi, bahkan mendapatkan Nobel Prize, Mr. White hidup kekurangan dalam hal finansial. Mr. White bahkan pernah dipermalukan salah satu siswanya karena kondisinya itu. Suatu hari Mr. White diajak oleh adik iparnya yang seorang polisi, untuk melihat bagaimana proses penyergapan penjahat. Mr. White pun mengikuti adik iparnya, karena alasan untuk mengisi waktu dan untuk mengubah suasana hati yang sedang gundah memikirkan keadaan finansial. Mr. White diajak untuk melihat proses penyergapan pengedar narkoba pada suatu perumahan. Pada saat penyergapan, Mr. White menemukan bahwa salah satu pengedar tersebut adalah salah satu mantan siswanya. Namun, mantan siswanya bisa kabur dari penyergapan tersebut. Suatu malam Mr. White menemui mantan siswanya tersebut dan terjadilah perbincangan. Mr. White ternyata tertarik pada bisnis narkoba methamphetamine, karena dari hasil perbincangan diperoleh informasi bahwa uang yang dihasilkan dari bisnis tersebut sangat menggiurkan. Akhirnya Mr. White menawarkan untuk bekerjasama dalam bisnis tersebut, Mr. White sebagai pembuat methamphetamine dan mantan siswanya sebagai penjual. Singkat cerita akhirnya Mr. White menjadi pengedar narkoba yang disegani, karena barang yang dibuatnya berkualitas tinggi berkat keahliannya dalam bidang kimia.

Continue reading